ANALISIS KEPEMIMPINAN DAN INOVASI LEMBAGA PENDIDIKAN (Pengalaman Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara)

Nama   : Nuranisha
Nim       : 19010103002
Kelas     : MPI A
Semster: 3 {Tiga}
                                                
                                   
 Senin,28 September,2020

Analisis Kepemimpinan Dan Inovasi Lembaga Pendidikan (Pengalaman Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara)

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok, bersama-sama serta saling berhubungan satu sama lain dengan demikian maka perlu adanya kepemimpinan seperti di dunia bisnis dan di dunia pendidikan. Pemimpin menjadi lokomotif utama perbaikan hidup manusia,yang mana sejatinya kehidupan manusia selalu mengarah pada fase yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, dalam konteks individual maupun sosial dengan menjadi pemimpin yang baik maka seorang pemimpin yang harus mampu membawa Lembaga organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang ditentukan.

Inovasi (innovation) merupakan suatu ide,barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Dalam dunia pendidikan, inovasi selalu berupa penemuan yang dimanfaatkan dalam pendidikan untuk memecahkan atau membuat sesuatu lebih efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan2. Jika demikian, maka inovasi merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh orang-orang di dalam organisasi, baik itu pemimpin maupun bawahan dalam rangka memecahkan masalah-masalah organisasi.

Kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan keorganisasian, melakukan respons terhadap krisis18, dan
menggunakan semua pontensi organisasi dalam rangka pertumbuhan(growth) dan tercapainya tujuan organisasi.  Inovasi dalam pengelolaan Pondok Gontor VII Putra Kendari merupakan pancaran (emanasi) dari Kepemimpinan Kiay,penghayatan terhadap budaya organisasi, keyakinan yang kuat tentang cita�cita bersama, dan sinergi semua komponen di dalamnya.

Lembaga pendidikan merupakan sarana utama dalam proses pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan secara
nasional. Oleh karena itu, seluruh komponen dalam sebuah lembaga pendidikan harus dapat disinergikan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan, baik nasional maupun institusional. Kepemimpinan (leadership) merupakan proses memengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka. 

Bahwa Kepemimpinan adalah proses dalam
mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan. sehingga Kepemimpinan merupakan perilaku dari seorang individu yang memimpin suatu aktivitas suatu kelompok ke satu tujuan yang ingin dicapai bersama.

Kepemimpinan dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni proses dan atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses di mana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya
produktif dalam organisasi. Adapun dari sisi atribut, kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin dapat didefinisikan sebagai seorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan 
kekuatan, sehingga orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka14.

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam khas Indonesia, bahkan lembaga pendidikan tertua di Nusantara. Kehadirannya populer disebut sebagai fenomena desa karenaumumnya berada di luar perkotaan. Kondisi zaman yang berubahcepat telah
menciptakan polarisasi model pesantren, salaf dan khalaf. Secara substantif dua model tersebut merupakan respon atasperubahan-Perubahan eksternal yang dalam luas disebut inovasi.Walaupun demikian, perbedaan antara kedua model pesantren tersebut sudah makin menipis saat ini. 

Pondok Gontor VII Putra SulawesiTenggara yang merupakan jenis pesantren khalaf, menunjukkan bahwa inovasi-inovasi dapat dilakukan melalui kepemimpinan Kiay. Keberhasilan kepemimpinan itu berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang dianut, yaitu 14 point kepemimpinan Gontor yakni kualifikasiyang harus dimiliki oleh para pemimpin Gontor. Kualifikasi kepemimpinan tersebut didukung oleh prinsip atau filosofi panca jiwa dan panca jangka. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan integrasikuat antara kualifikasi kepemimpinan, prinsip/filosofi yang dianutdengan praktek-praktek kelembagaan yang Nampak. Secara umum hari ini menunjukkan pula bahwa figur pemimpin merupakan kekuatan transformatif yang menentukan kemajuan suatu lembaga.

Pondok Modern Gontor VII Putra Kendari merupakan lembaga Pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan lembaganya. Di samping peningkatan signifikan santri 
yang masuk, juga terlihat pada inovasi-inovasi yang dilakukan dan menjadi keunggulan pondok, di antaranya: penguasaan multi bahasa,
kewirausahaan (entrepreneurship), kemandirian keuangan (chizanahtullah), dan jaringan kerja yang luas (networking).

Nilai-nilaiKepemimpinan Pondok Gontor VII Putra, Menerapkan kepemimpinan panca jiwa, yakni: 
(1) Jiwa Keikhlasan.
Bahwa kepemimpinan dalam pendidikan pondok harus didasari niat 
beribadah kepada Allah SWT;
(2) Jiwa Kesederhanaan. Yakni sikap
menjalani hidup secara proporsional, bukan menjadi miskin ataupun
berlebih-lebihan;
(3) Jiwa Berdikari. Yakni semangat berdiri di atas kaki sendiri, atau disebut juga sebagai kekuatan kemandirian; 
(4) Jiwa Ukhuwah Islamiyah. Semangat persaudaraan berdasarkan pada persamaan dalam Iman; 
(5) Jiwa Bebas, Kebebasan di sini tidak
boleh menghilangkan prinsip, teristimewa prinsip sebagai muslim mukmin. Justru kebebasan di sini merupakan lambang kematangan dan kedewasaan dari hasil pendidikan yang telah diterangi petunjuk ilahi
(hidayatullah). 

Inovasi Pondok Gontor VII Sulawesi Tenggara
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa inovasi (innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu
berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Kates dan Galbraith, mengemukakan bahwa spectrum inovasi mencakup dua hal, yakni: inovasi program (sustaining innovation), dan inovasi terobosan
(breakthrough innovation). Inovasi program mencakup: perbaikan produk, perluasan lini, dan inovasi generasi berikutnya. Sedangkan inovasi terobosan mencakup: produk baru, teknologi baru, dan bisnis baru.


                Demikian Analisis Saya,
               Sekian dan Terima kasih🙏